Kamis, 19 April 2018

tugas guru menurut uu no 14 tahun 2005

Dalam dunia pendidikan guru adalah guru merupakan komponen strategis yang memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan gerak maju kehidupan bangsa.bahkan keberadaan guru merupakan faktor condisio sine quanon yang tidak mungkin digantikan oleh komponen manapun dalam kehidupan bangsa sejak dulu, terlebih lebih pada era kontemporer ini.
tugas guru menurut uu no 14 tahun 2005
Keberadaan guru bagi suatu bangsa amatlah penting, apalagi bagi suatu bangsa yang amatlah penting, apalagi bagi suatu bangsa yang sedang membangun, terlebih- lebih bagi keberlangsungan hidup bangsa di tengah- tengah lintasn perjalanan zaman dengan teknologi canggih dan segala perubahan serta pergeseran nilai yang cenderung memberi nuansa kepada kehidupan yang menuntut ilmu dan seni dalam kadar dinamaik untuk dapat mengadaptasi diri.
Guru merupakan suatu profesi yang artinya suatu jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Jenis pekerjaan ini tidak bisa di lakukan oleh sembarang orang diluar bidang kependidikan. Itulah sebabnya jenis profesi ini paling mudah terkena pencemaran
Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar, dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai- nilai hidup. Mengajar berati meneruskan dan menegmbangkan ilmu penegetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih berati mengembangkan keterampilan – keterampilan pada siswa.
Guru merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatiahan,serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Jadi seorang guru bertugas merencanakan dan melaksanakan bimbingan dan pelatihan
Selain bimbingan, seorang guru juga haruslah mengadakan pelatihan kepada siswa – siswanya agar dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan guru dalam mendidik, dan sejauh mana para siswa memahami maksud dan tujuan seorang guru serta dapat menerapkannya dalam kehidupannya.
Akan tetapi sangat disayangkan pada zaman sekarang ini banyak guru menjalankan tugas semata- mata karena digaji oleh pemerintah atau yayasan dimana guru itu mengajar. Sehingga tidak heran kalau apa yang menjadi tujuan pendidikan sulit untuk tercapai
Melihat hal ini maka penyusun ingin mengemukakan kepada para pembaca apa sebenarnya tugas dan fungsi guru dalam dunia pendidikan, baik menurut para pakar pendidikan maupun undang- undang yang mengatur. Agar menegtahui tugas yang mestinya harus dijalankan oleh seorang guru sehingga apa yang menjadi harapan sebagai seorang guru profesional bisa terwujud.

B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas,maka yang menjadi permasalahan pokok adalah bagaimana tugas dan fungsi guru menurut pakar dan undang- undang yang dapat menyususn rumusan di bawah ini :
I.     Bagaimana tugas dan fungsi guru menurut pakar ?
II.    Bagaimana tugas dan fungsi guru menurut undang- undang ?

BAB II
PEMBAHASAN
1.         Tugas Dan Fungsi Guru Menurut Para Pakar
     Guru adalah figur seorang pemimpin. Bila di pahami tugas  Guru tidak hanya harus menguasai satu atau beberapa disiplin keilmuan yang harus dapat diajarkannya, ia harus juga mendapat pendidikan kebudayaan yang mendasar untuk aspek manusiawinya. Jadi di samping membiasakan mereka untuk mampu menguasai pengetahuan yang dalam, juga membantu mereka untuk dapat menguasai satu dasar kebudayaan yang kuat. Jadi bagi guru-guru juga perlu diberikan dasar pendidikan umum.
menurut Roestiyah N.K.,tugas guru adalah sebagai brerikut :[1]
Ø  Menyerahkan kebudayaan kepada anak didik berupa kepandaian, kecakapan dan pengalaman – pengalaman
Ø  Membentuk kepribadian anak yang harmonis, sesuai cita- cita dan dasar negara kita pancasila
Ø  Menyiapkan anak menjadi warga negara yang baik sesuai Undang- undang pendidikan yang merupakan keputusan MPR No.II Tahun 1983
Ø  Sebagai perantara dalam belajar. Didalam proses belajar guru hanya sebagai perantara/ medium, anak harus berusaha sendiri mendapatkan/ insight timbul perubahan dalam penegtahuan, tingkah laku dan sikap.
Ø  Guru adalah pembimbing, untuk membawa anak didik kearah kedewasaan, pendidik tidak maha kuasa, tidak dapat membentuk anak didik menurut kehendaknya.
Ø  Guru adalah pen dihubung antara sekolah dan masyarakat. Anak nantinya kan hidup dan bekerja, serta mengabdikan diri dalam masyarakat, dengan demikian anak harus dilatih dan dibiasakan di sekolah terlebih dahulu.
Ø  Guru sebagai administrator dan menejer Diamping mendidik, seorang guru haru dapat mengerjakan urusan tata usaha membuat buku kas, daftar induk, rapor, daftar gaji, dan sebagainya, serta dapat mengkoordinasi segala pekerjaan di sekolah secara demokratis, sehingga suasana pekerjaan penuh dengan rasa kekeluargaan.
Ø  Pekerjaan guru sebagai suatu profesi. Orang yang menjadi guru karena terpaksa tidak dapat bekerja dengan baik, maka harus menyadari benar- benar pekerjaannya sebagai suatu profesi.
Ø  Guru sebagai perencana kurikulum. Guru mengahdapi anak- anak setiap hari, gurulah yang paling tahu kebutuhan anak- anak dan masyarakat sekitar, maka dalam menyusun kurikulum, kebutuhan ini tidak boleh di tinggalkan.
Ø  Guru sebagai pemimpin. Guru mempunyai kesempatan dan tanggung jawab dalam banyak situasi untuk membimbing anak kearah pemecahan soal, membentuk keputusan, dan menghadapkan anak- anak kepada problem
Ø  Guru sebagai sponsor dalam kegiatan anak- anak. Guru harus turut aktif dalam segala aktifitas anak,misalnya dalm ekstrakurikuler membentuk kelompok belajar dan sebagainya.                 
Guru adalah sosok arsitektur yang dapat membentuk jiwa dan watak anak didik. Guru mempunyai kekuasaan untuk membentuk dan membangun kepribadiaan anak didik menjadi seorang yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa dan negara. Guru harus bertanggung jawab atas segala sikap dan tingkah laku, dan perbuatannya dalam rangka membina jiwa dan watak anak didik.
Menurut Wens Tanlain dan kawan- kawan sesungguhnya guru yang bertanggung jawab memiliki beberapa sifat, yaitu :
Ø  Menerima dan mematuhi norma, nilai- nilai kemanusiaan;
Ø  Memikul tugas mendidik dengan bebas, berani, gembira ( tugas bukan menjadi beban baginya );
Ø  Sadar akan nilai- nilaiyang berkaitan dengan perbuatan serta akibat- akibat yang timbul;
Ø  Menghargai orang lain termasuk anak didik
Ø  Bijaksana dan hati- hati
Ø  Takwa terhadap tuhan yang maha esa[2]
Tugas seorang guru jika di kelompokkan terbagi menjadi tiga jenis, yakni tugas dalam bidang profesi, tugas kemanusiaan, dan tugas dalam bidang kemasyarakatan. Guru merupakan profesi / jabatan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru.  Jenis pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang kependidikan walaupun kenyataannya masih dilakukan orang diluar pendidikan itulah sebabnya jenis profesi ini palin mudah terkena pencemaran.tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar, dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai- nilai hidup. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan – keterampilan pada siswa.  [3]
Tugas guru sebagai suatu profesi menuntut kepada guru untuk mengembangkan profesionalitas diri sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mendidik, mengajar, dan melatih anak didik adalah tugas guru sebagai suatu profesi. Guru hendaklah dapat membantu anaka didiknya meneruskan dan mengembangkan nilai- nilai hidup, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan mengembangkan serta menerapkannya dalam kehidupan demi masa depan mereka.[4]
Tugas guru dalam bidang kemanusian disekolah harus dapat menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua.ia harus mampu menarik simpati sehingga ia menjadi idola para siswannya. Pelajaran apapun yang diberikan, hendaknya dapat menjadi motivasi bagi siswanya dalam belajar. Bila seorang guru dalam penampilannya sudah tidak menarik, maka kegagalan pertama ia tidak akan dapat menanamkan benih pengajaranya itu kepada siswanya. Para siswa akan enggan mengahadapi guru yang tidak menarik. Pelajaran tidak dapat diserap sehinnga setiap lapisan masyarakat (homo ludens, homopuber, dan homo sapiens) dapat di mengerti bila mengahadapi guru.[5]
Menurut  WF Connell (1972) membedakan tujuh peran seorang guru yaitu
1.      pendidik (nurturer) Peran guru sebagai pendidik (nurturer) merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan (supporter), tugas-tugas pengawasan dan pembinaan (supervisor) serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat
2.      model, Peran guru sebagai model atau contoh bagi anak. Setiap anak mengharapkan guru mereka dapat menjadi contoh atau model baginya. Oleh karena itu tingkah laku pendidik baik guru, orang tua atau tokoh-tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma-norma yang dianut oleh masyarakat, bangsa dan negara. Karena nilai nilai dasar negara dan bangsa Indonesia adalah Pancasila, maka tingkah laku pendidik harus selalu diresapi oleh nilai-nilai Pancasila.

3.      Peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam pengalaman belajar. Setiap guru harus memberikan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman lain di luar fungsi sekolah seperti persiapan perkawinan dan kehidupan keluarga, hasil belajar yang berupa tingkah laku pribadi dan spiritual dan memilih pekerjaan di masyarakat, hasil belajar yang berkaitan dengan tanggurfg jawab sosial tingkah laku sosial anak.
4.      Peran guru sebagai pelajar (leamer). Seorang guru dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahuan dan keterampilan yang dirnilikinya tidak ketinggalan jaman. Pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai tidak hanya terbatas pada pengetahuan yang berkaitan dengan pengembangan tugas profesional, tetapi juga tugas kemasyarakatan maupun tugas kemanusiaan.
5.      Peran guru sebagai setiawan dalam lembaga pendidikan. Seorang guru diharapkan dapat membantu kawannya yang memerlukan bantuan dalam mengembangkan kemampuannya. Bantuan dapat secara langsung melalui pertemuan-pertemuan resmi maupun pertemuan insidental.
6.      Peranan guru sebagai komunikator pembangunan masyarakat. Seorang guru diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan di segala bidang yang sedang dilakukan. Ia dapat mengembangkan kemampuannya pada bidang-bidang dikuasainya.
7.       Guru sebagai administrator. Seorang guru tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar, tetapi juga sebagai administrator pada bidang pendidikan dan pengajaran. Oleh karena itu seorang guru dituntut bekerja secara administrasi teratur. Segala pelaksanaan dalam kaitannya proses belajar mengajar perlu diadministrasikan secara baik. Sebab administrasi yang dikerjakan seperti membuat rencana mengajar, mencatat hasil belajar dan sebagainya merupakan dokumen yang berharga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya dengan baik.[6]


Keberadaan guru bagi suatu bangsa amatlah penting, apalagi bagi suatu bangsa yang sedang membangun, terlebih- lebih bagi keberlangsungan hidup bangsa di tengah tengah lintasan perjalan zaman dengan teknologi yang cancing dan segala perubahan serta pergeseran nilai yang cenderung memberi nuansa kepada kehidupan yang menuntut ilmu dan seni dalam kadar dinamik untuk dapat mengadaptasikan diri. Selain memiliki tugas, guru juga memiliki fungsi yang tidak kalah pentingnya dalam dunia pendidikan. Peran dan kompetensi guru dalam proses belajar mengajar meliputi banyak hal sebagaimana yang dikemukakan oleh Adam dan Decey  dalam Basic Principles Of Student Teaching,  diantaranya adalah : [7]
a.         Guru sebagai demostrator
Melalui perannya sebagai demonstrator, guru hendaknya senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkan serta senantiasa mengembangkannya dalam arti meningkatkan kemampuan dalam hal ilmu yang dimilikinya karena hal ini akan sangat menentukan hasil belajar yang dicapai oleh siswa
b.        Guru sebagai penegelola kelas
Dalam perannya sebagai pengelola kelas, guru hendaknya mampu mengelola kelas sebagai lingkungan belajar serta merupakan aspek dari lingkungan sekolah yang perlu diorganisasikan
c.         Guru sebagai mediator atau fasilitator
Sebagai mediator, guru hendaknya memiliki penegtahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan karena pendidikan merupakan alat komunikasi untuk lebih mengefektifkan proses belajar mengajar.
d.        Guru sebagai evaluator
Guru hendaknya mengetahui apakah tujuan yang telah dirumuskan tercapai atau belum, dan apakah materi yang telah diajarkan sudah cukup tepat dan dapat di pahami oleh siswannya.
Disamping fungsi- fungsi yang telah diutarakan diatas, ada beberapa lagi fungsi guru sebagai pendidik atau siapa saja yang telah menerjunkan diri menjadi guru, yaitu :
a.         Korektor
Sebagai korektor, guru harus bisa membedakan mana nilai yang baik dan mana nilai yang buruk. Nilai yang berbeda ini harus betul- betul dipahami dalam kehidupan masyarakat.
b.    Informator
Sebagai informotory, guru harus dapat memberikan informasi perkembangan ilmu penegtahuan dan teknologi, selain sejumlah bahan pelajaran untuk setiap mata pelajaranyang telah diprogramkan dalam kurikilum.
c.     Motivator
Sebagai motivator, guru hendaknya dapat mendorong anak didik agar bergairah dan aktif belajar.
d.    Inisiator
Dalam fungsinya sebagai inisiator, guru harus dapat menjadi pencetus ide- ide kemajuan dalam pendidikan dan pengajaran.
e.     Pembimbing
Peran guru yang tidak kalah penting dari semua peran yang telah disebutkan diatas, adalag sebagai pembimbing. Peranan ini harus lebih dipentingkan, karena kehadiran guru disekolah adalah untuk membimbing anak didik menjadi manusia dewasa susila yang cakap
f.     Supervisor
Sebagai supervior, guru hendaknya dapat membantu, memperbaiki, dan menilai secara kritis terhadap proses pengajaran.[8]
2.              Tugas Dan Fungsi Guru Menurut Undang- Undang
Dalam Undang – Undang Sisdiknas Bab XI  pasal 39, 40 dan 42 dinyatakan bahwa tugas guru adalah merencanakan dan melaksanaakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dimanamis, dan dialogis, mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan, dan memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberukan kepadanya, memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.[9]
Dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru Dan Dosen Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru, bahwa guru memiliki tugas sebagai berikut:
a.         Memiliki akademik yang berlaku.
b.        Memiliki kompetensi pedagogik, yaitu yang meliputi :
v  Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan;
v  Pemahaman terhadap peserta didik
v Pengembangan kurikulum atau silabus
v Perancangan pembelajaran
v Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis
v Pemanfaatan teknologi pembelajaran
v Evaluasi hasil belajar dan
v Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai       potensi yang dimilikinya
c.         Memiliki kompetensi kepribadian, yang meliputi :
v Beriaman dan bertakwa
v Berahlak mulia, arif dan bijaksana
v Demokratis, mantap
v Berwibawa, stabil;
v Dewasa, jujur , sportif
v Menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat
v Secara objektif mengevaluasi kinerja sendiri, dan
v Mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan.[10]
d.        Memiliki kompetensi sosial, yang meliputi :
v Berkomunikasi lisan, tulis, dan / atau isyarat secara santun
v Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional
v Bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan pemimpin satuan pendidikan, orang tua wali peserta didik.
v Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma serta sistem nilai yang berlaku, dan
v Menerapkan prinsip persaudaraan sejai dan semangat kebersamaan.[11]
e.         Memiliki kompentensi profesional, yang meliputi :
v Mampu menguasai materi secara luas dan mendalam sesuai dengan standar isi program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan / atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu; dan
v  Mampu menguasai konsep dan metode disiplin keilmuan,teknologi,atau seni yang relevan, yang secara konseptual menaungi atau koheren dengan program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan / kelompok mata pelajaran yang akan dilampaui
f.         Memiliki sertifikat pendidik
g.        Sehat jasmani dan rohani
h.        Melaporkan pelanggaran terhadap peraturan satuan pendidikan yang dulakukan oleh peserta didik kepada pemimpin satuan pendidikan.
i.          Mentaati peraturan yang ditetapkan oleh satuan pendidikan, penyelenggara pendidikan, pemerintah daerah, dan pemerintah.
j.          Melaksanakan pembelajaran yang mencangkup kegiatan pokok:
ü Merencanakan pembelajaran
ü Melaksanakan pembelajaran
ü Menilai hasil pembelajaran
ü Membimbing dan melatih peserta didik ; dan
ü Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok.
Selain tugas- tugas diatas, seorang guru juga mempunyai fungsi yang tidak kalah pentingnya. Dalam UU No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru Dan Dosen, dikatakan bahwa guru sebagai tenaga profesioanal berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran sebagai agen pembelajaran yang berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan. [12]



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Berdasarkan uraian yang telah di paparkan diatas, maka dapat disimpuljan sebagai berikut :
1.      Guru adalah sosok sangat penting untuk membangun bangsa ini sebgai mana yang di kemukakan para pakar bahwa tugas guru terbagi menjadi tiga yaitu sebgai profesi Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar, dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai- nilai hidup. Mengajar berati meneruskan dan menegmbangkan ilmu penegetahuan dan teknologi.tugas kemanusian dimana guru harus menjadi orang tua kedua bagi para siswanya.dan tugas kemasyarakatan dimana guru harus bisa berbaur dengan masyarakat agar bisa bekerjasama dalam bidang apapun terutama dalam bidang pendidikan dan urusan kemasyarakatan.
Sedangka fungsi guru adalah sebagai korektor, informasi motivator,demostrator, inovator, fasilitator, pembimbing dan pengelola kelas.
2.      Menurut undang- undang tugas guru memiliki tugas sebagai perencana dan pelaksana proses pembelajran, menilai hasil belajar siswa, pengabdian kepada masyrakat,bangsa dan negara dan khususnya tugas guru adalah sebagai pembimbing. Sedangkan fungsi guru adalah meningkatkan martabat dan peran dari agen pembelajaran dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan untuk mewujudkan cita- cita pendidikan.
B.     Saran- saran
Sebagai seorang pendidik hendaklah kita selalu menjaga martabat kita sebgai seorang guru kita harus bisa membentuk anak- anak bangsa yang bisa berguna bagi negara dengan penuh kesabaran dan keiklasan agar supaya tujuan pendidikan kita di indonesia ini bisa tercapai.

DAFTAR PUSTAKA

Djamarah, Syaiful Bahri. Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif. Cet. III  ; Jakarta : PT.Rineka Cipta.2005.

http://www.bjgp-rizal.com/2018/03/pengertian-guru-profesional-menurut-uu-no-14-tahun-2005.html. diaskses tanggal 24 maret 2018.
http://freejournal1.blogspot.co.id/2018/04/isi-uu-no-14-tahun-2005-tentang-guru.html
http://ibd4.wikispaces.com/file/view/ir4001BAB%2BII.pdf.dikses tanggal 25 maret 2011.

Tim Redaksi Nuansa Aulia, Himpunan Prundang- Undangan RI Tentang Sistem Pendidikan Nasioanal  Cet.I ; Bandung : Nuansa Aulia, 2008. 

Usaman,Moh. Uzer.Menjadi Guru Profesional.Cet.XI ; Bandung : PT. remaja Rosdakarya, 2000.
 

Selasa, 28 Maret 2017

Tips Penting agar Komunikasi Sukses

Komunikasi adalah seni penting untuk tokoh media, interaksi bisnis dan hubungan interpersonal. Berikut adalah tiga trik komunikasi yang berguna yang dapat membantu untuk menghilangkan kesalahpahaman dan mis-komunikasi.

1. Cocokkan Rasa

Orang-orang mengungkapkan rasa dominan mereka dengan pilihan mereka kata-kata. Pilihan individu dari kata-kata mencerminkan take sensorik nya di dunia. Orang berkomunikasi dengan kata-kata yang bersifat visual: "Aku melihat apa yang Anda katakan," pendengaran: "Saya mendengar apa yang Anda maksud," atau perasaan: "Anda memberi saya merinding" Tentu, orang suka berbicara lebih banyak dengan seseorang yang "mendapat" mereka dan mengerti posisi mereka.
Tips Penting agar Komunikasi Sukses

Jika Anda ingin mengambil komunikasi ke tingkat yang lebih intim, cobalah untuk meniru dunia mereka dengan pilihan kata Anda. Sebagai contoh, mungkin Anda melihat bahwa pasangan Anda mengatakan, "Saya melihat ini datang." Anda akan tahu Anda memiliki "visual komunikator," yang mengungkapkan diri dengan hal visual - ada hubungannya dengan mata, visi, warna, gerakan. Jika Anda menyesuaikan respons Anda kepadanya dalam pencocokan kata visual, Anda akan membuat mereka merasa nyaman dan menurunkan pertahanan mereka.

baca juga :



Namun, jika Anda merespon, "Ya, aku mendengar apa yang Anda katakan," Anda cenderung untuk memfasilitasi aliran. Seseorang visual yang bisa menjadi bingung untuk beberapa saat oleh setiap respon yang non-visual. Ketika mereka teka-teki atas kata "mendengar," keheningan akan memekakkan telinga dan Anda komunikasi yang lebih canggung. Anda mungkin memiliki niat bintang untuk menjaga mereka berbicara, tapi pilihan kata-kata menutup pemikiran mereka turun.

Sebaliknya, waktu berikutnya Anda memiliki visual komunikator pada baris, beralih ke berbicara dalam pencocokan istilah visual dan ia akan berpikir bahwa Anda adalah pal mereka lama hilang. Berbicara kepada auditor-komunikator bekerja dengan cara yang sama. Mencocokkan dia dengan kata-kata seperti "mendengar, mendengarkan, suara atau berbicara" dan mereka akan mencintai Anda. Merasa komunikator lebih sulit untuk dideteksi, tetapi mereka akan petunjuk Anda dengan ekspresi yang memiliki nada taktil seperti "Saya merasa," "Bagaimana menyentuh" ​​atau "Ini memberi saya menggigil."

Berlatih di keluarga Anda, terutama jika Anda memiliki remaja. Temukan jika Anda memiliki anak-komunikasi visual, auditori anak-komunikasi atau pasangan perasaan-komunikasi. Tanyakan teman terbaik Anda untuk memberitahu Anda apa yang Anda. Anda mungkin menemukan semua pengalaman komunikasi Anda akan mendapatkan keuntungan dari berbicara dengan rasa yang tepat.

2. Seks Matters

Apakah Anda berbicara dengan laki-laki atau perempuan? Studi terbaru berteori otak wanita berbeda, baik secara biologis maupun operasional dari otak laki-laki. Perbedaan-perbedaan ini muncul dalam perkembangan bahasa anak usia dini dan dalam ukuran fisik area otak. Anda dapat menggunakan perbedaan-perbedaan ini dengan hati-hati untuk meningkatkan hubungan selama komunikasi dengan orang lain. Misalnya dalam satu studi, pria merasa puas berbicara dengan pria lain selama sekitar sepuluh menit dari jam, menyentuh pada hanya beberapa mata pelajaran. Dalam studi yang sama, wanita diisi lima puluh menit dari jam dengan lebih dari sepuluh mata pelajaran. Pria sering menikmati menemukan solusi cepat dan sering berpikir dengan cara yang lebih linier. Seorang wanita dapat lingkaran subjek untuk beberapa waktu sebelum membuat titik, sementara metodis mengingat rincian menit dan kemungkinan-kemungkinan baru.

Mengganggu perjalanan melingkar wanita bisa berbahaya. Perempuan mungkin bereaksi negatif terhadap siapa saja yang memotong mereka pergi pertengahan perjalanan, bahkan ketika menawarkan solusi yang agak halus. Gangguan sering melibatkan restart seluruh proses pemikiran feminin panjang lagi, menyebabkan laki-laki macho untuk menggeliat kesakitan. Jika Anda berada dalam pertemuan kelompok atau bisnis yang kebanyakan laki-laki, mereka mungkin lega dengan disconnect dini Anda bertele-tele jelas dia.

Namun, jika audiens Anda didominasi perempuan, perempuan lain ingin naik di sepanjang perjalanan itu penemuan dengan speaker perempuan Anda. Jika Anda memotong liburnya pertengahan jalan penonton feminin akan merasa simpati frustrasi dan mungkin mematikan Anda. Biarkan wanita Anda komunikator sedikit waktu ekstra untuk membuat poin mereka. Anda mungkin akan terkejut pada kebijaksanaan kreatif yang akhirnya permukaan.

3. Suara dari Perut Anda

Urgensi, kegembiraan dan api cepat retort adalah semua bagian positif dari persona, tapi telinga manusia dapat mengambil rasa takut dan stres di belakang jawaban yg cerdas. Diperketat pita suara mengubah pitch dan nada suara berbicara dan pikiran kita subliminal menafsirkan bahwa sebagai tanda kelemahan dan ketakutan di lawan. Dengan meningkatnya stres dan kerja tuntutan, pasangan harus waspada terhadap isyarat halus ketika membahas subyek emosional dimuat. Suara Anda mungkin terdengar marah dan stres di luar niat Anda.

Ketika kita merasa terancam, pernapasan kita menjadi kurang teratur dan dangkal. Ketika Anda lupa untuk bernapas, tubuh Anda memicu reaksi fisik banyak, yang sebagian besar Anda mungkin ingin menghindari sementara memiliki diskusi dengan pasangan Anda. Salah satunya adalah ketegangan di tenggorokan Anda. kontrol napas dapat memulai atau menghentikan reaksi ketakutan. Pada setiap kesempatan, membengkak perut Anda dan sisi dengan napas dalam-dalam melalui mulut, satu demi satu tanpa berhenti. Mintalah pasangan Anda untuk melakukan hal yang sama. tubuh Anda secara visual akan bersantai, bahu akan menetap dan postur tubuh Anda akan meluruskan kembali. Terbaik dari semua, suara Anda akan memulihkan musik yang manis di tempat kebisingan diikat dan reaksi negatif berikutnya. Diskusi akan berada di tempat yang lebih aman dan lebih mungkin untuk didengar.

Mendengar dan Mendengarkan Apakah Belum Tentu Sama

Sebesar telinga saya, Anda akan berpikir saya akan bisa mendengar segala sesuatu saya mendengarkan.

Saya suka berpikir saya mendengar apa yang saya mendengarkan tapi aku punya begitu banyak ilustrasi yang membuktikan sebaliknya. Saya tidak yakin apa itu, tapi saya bekerja di atasnya dengan bantuan dari Nyonya Pemurah dari pendeta.

Mendengar dan Mendengarkan Apakah Belum Tentu Sama
Itu pada hari Jumat dan saya sangat sibuk berusaha untuk mendapatkan sesuatu dilakukan untuk akhir pekan. Beberapa di domisili kami bisa multitask dan kemudian yang lain hampir tidak bisa melakukan satu hal pada suatu waktu.

Saya tidak yakin bagaimana istri saya melakukannya, tapi dia bisa melakukan setengah lusin hal pada saat yang sama dan mendapatkan mereka semua dilakukan dengan sempurna. Hal ini seperti salah satu dari mereka juggler di sirkus yang bisa menjaga setengah lusin bola di udara pada saat yang sama.

Bukan saya. Aku bahkan tidak bisa menjaga satu bola di udara pada saat yang sama, apalagi setengah lusin.
baca juga : Pembelajaran Online Guru Elektronik
Aku sibuk berusaha untuk bersiap-siap untuk akhir pekan ketika istri datang dan berkata, "Bisakah kita meminjam truk Anda pada hari Senin?"

Aku mendengus dan mengangguk kepala saya di afirmatif.

"Kita harus bergerak beberapa perabot untuk unit penyimpanan."

Sekarang, dalam dua kalimat dia menggunakan kata "kita" tapi aku mendengar kata "I."

Saya baik-baik saja dengan dia meminjam truk saya dan melakukan apa pun jenis bisnis yang dia perlu lakukan. Sebuah pernikahan bekerja seperti itu. Satu memiliki sebuah truk dan meminjam lain mengatakan truk.

Saya harus berpikir sesuatu naik, tapi kau tahu bagaimana dengan kita laki-laki. Kami tidak berpikir kecuali terpojok dan kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Semua melalui akhir pekan ketika saya melihat istri saya, dia akan melihat saya dan tersenyum dan mengangguk kepalanya. Aku tersenyum dan mengangguk kepala saya kembali padanya. Setelah semua, tidak bahwa apa hubungan yang baik adalah semua tentang? Tersenyum dan mengangguk kepala satu sama lain.

Seingat saya, itu adalah akhir pekan yang agak menyenangkan dan kemudian itu lebih.

Senin pagi istri saya datang ke ruang tamu di mana saya menonton TV dan minum secangkir pagi saya kopi. Saya tidak dapat memulai setiap hari tanpa kopi. Siapa pun yang menciptakan kopi harus benar-benar mendapatkan hadiah Nobel Perdamaian.

Istri saya datang dan menatapku dan berkata, "Apakah kita siap untuk pergi?" Lalu ia tersenyum dan mengangguk ke arah saya.

Pada saat itu, saya tidak tahu apapun tentang apa yang ia bicarakan. Di mana kita akan pergi? Aku tidak punya rencana untuk pagi hari. Itu adalah salah satu pagi saya untuk bersantai dan mengejar istirahat saya.

"Kau tahu," katanya dengan senyum lebar di wajahnya. "Kita akan meminjam truk dan memindahkan beberapa perabot untuk unit penyimpanan."

"Kami," kataku sangat bingung. "Siapa kita itu? Dan apa yang akan kita lakukan?"

Kemudian dia menjelaskan kepada saya bahwa pada masa lalu Jumat saya setuju dengan dia bahwa kami akan menggunakan truk dan memindahkan beberapa perabot untuk unit penyimpanan. Sekarang, untuk kehidupan saya, saya tidak ingat itu. Yang saya ingat adalah kata "I." Semua hal yang sama, saya berasumsi dia menanyakan apakah dia dan orang lain bisa meminjam truk dan kemudian dia dan orang lain akan memindahkan beberapa furnitur untuk unit penyimpanan.

kegagalan saya adalah saya tidak berpikir untuk bertanya siapa yang orang lain itu. Aku tidak tahu bahwa orang lain adalah aku.

Jika Anda ingin memiliki argumen dengan istri Anda, berpikir dua kali tentang hal itu dan kemudian melupakannya. Bahkan ketika Anda bisa membuktikan dia salah, dan saya tidak pernah bisa, dia selalu benar. Hal terbaik untuk dilakukan adalah untuk pergi bersama sehingga Anda bisa mendapatkan bersama.

Jadi, "kita" meminjam truk saya dan kemudian "kita" pindah beberapa perabot untuk unit penyimpanan. Kami butuh sepanjang pagi dan tidak dalam bentuk terbaik dalam hidup saya, saya agak mengenakan keluar. Saya tidak pernah bekerja keras dalam hidup saya bahwa saya bisa ingat. Semua saya lakukan pagi itu mengangguk dan tersenyum sampai kami selesai.

Saat itu sekitar siang hari ketika kami selesai dan ketika kita masuk ke truk dia berkata kepada saya, "Kebaikan, itu makan siang dan saya belum siap apa-apa untuk makan siang. Apakah kamu kira kita bisa pergi keluar untuk makan siang?"

Sampai hari ini, saya ingin tahu apakah itu bukan rencana sepanjang. "Kami" akan meminjam truk saya dan "kami" akan memindahkan furnitur dan kemudian "kita" akan pergi keluar untuk makan siang. Di situlah "kita" berhenti.

Seperti kita selesai makan siang kami pelayan membawa tagihan dan "kita" berubah menjadi "saya."

Perjalanan pulang dari restoran istri saya mendesah sangat dalam dan berkata, "Kami yakin memiliki pagi yang indah bukan?"

Aku mengangguk dan tersenyum dan terus mengemudi.

Merenung sepanjang jalan saya tidak bisa membantu tetapi berpikir bahwa kadang-kadang mendengarkan dan pendengaran adalah dua hal yang berbeda.

Saya percaya Salomo memahami hal ini dengan sangat baik ketika ia menulis, "Orang bijak akan mendengar, dan akan meningkatkan pembelajaran; dan seorang pria dari pemahaman akan mencapai kepada nasihat yang bijaksana" (Amsal 1: 5).

Saya dapat mendengar apa yang istri saya berkata, tapi saya tidak dapat mendengarkan apa yang dia katakan. Tidak mendengarkan apa yang benar-benar membawa Anda ke dalam kesulitan.